Jika sekiranya malam ini, pada akhirnya saya berkesempatan memposting tulisan ini di space saya, sungguh ini terjadi absolutely berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa.
Saya (hanya) ingin berbagi sekelumit perjalanan singkat saya hari ini. Even you don’t wanna know.
That’s my short journey ;)
05.30 Teng!
Kehidupan saya dimulai dengan se-abrek tanggung jawab yang secara sadar tidak sadar, mau tidak mau harus saya selesaikan hari ini. MASAK!
Jadwal piket masak asrama (baca: wisma amanah 1) memaksa saya untuk beringsut dari kasur nyaman nan empuk lebih awal sekian ribu detik dari biasanya :(
Dan satu hal yang membuat denyut di kepala saya sedikit meningkat intensitasnya pagi ini. Saya baru ingat, kalau rupa-rupanya saya lupa untuk men-shut down benda cantik (baca:Laptop) ini semalam . Benar saja, sewaktu saya cek ulang, touchpad nya resmi mengijinkan saya menerobos pertahanannya tanpa menggeser button power (biasanya kalau mau booting begitu).
Wajar saja, kalau tiba-tiba peri biru, putih, kuning atau apalah itu jenisnya tiba-tiba muncul mereka akan mengizinkan laptop berbalut chrome dengan label HP ini berbicara menyampaikan kemarahannya:
HP: OK Anna. This is your life and this is my life. It’s not only about you nor about me. So, you have to respect me as well as I respect you.
ME: But, You’re mine! I have absolutely right to do what I love to do.
HP: Uh-huh? Then, I prefer to suicide, it’s better than you destroy me partly!
Hum, I really have no idea. As I know, LIFE is something about what you meet and what you create with them, and as long my life, HP is one thing which never betray me to submit all of my “nothing” ideas.
Peduli atau tidak, saya sudah geser pointer sana sini dan berakhir di kotak merah bagian tengah bertuliskan “shut down”. HP sudah beranjak ke alam bawah sadarnya. MATI.
Kehidupan saya berlanjut ke arah angka 15.00
Saya sedang berada di angkot seusai menghabiskan waktu beberapa saat, untuk suatu kegiatan yang kami sebut dengan HALAQAH.
Tujuan angkot ini, Pasar Raya Padang, tapi saya tidak akan menghabiskan waktu di tempat itu. Tujuan saya, GRAMEDIA PADANG.
Ada sedikit cerita dibalik kedatangan saya ke Toko Buku terbesar di Sumatera Barat ini. Saya baru terima bonus WESEC (West Sumatera English Competition), tidak besar, genap RP 100.ooo,oo tapi cukuplah untuk membeli satu atau dua buah buku. Setidaknya saya tidak harus ke ATM hari ini.
Saya belum menentukan pilihan atas buku apa yang akan menjadi tujuan saya, yang pasti dengan keindependenan saya hari ini, saya bisa memilih beberapa buku cukup lama, setidaknya untuk memperoleh buku dengan harga ramah dan berkualitas.
Rak buku pertama yang saya sambangi adalah, FILSAFAT, deretan buku pertama yang setiap pengunjung lantai dua pasti akan temui jika mereka bergerak dari lantai dasar. Beberapa buku, hampir menggoda saya, jika saja saya tidak membalik dan memfokuskan pandangan ke bagian pojok kiri bawah buku itu,
“terlalu mahal untuk buku sejenis ini”
Selanjutnya perhatian saya bepindah pada kumpulan buku-buku politik dan sejarah. Di sini sebuah buku karangan John J. Mearshimer dan Stephen M Walt membuat saya terpaku cukup lama, menarik membaca buku seputar Lobby Israel yang Merugikan Amerika secara financial dan pertahanan. Hampir saja buku ini saya angkut ke hadapan wanita-wanita berkemeja putih (baca:kasir) kalau tidak melihat Barcodenya seharga Rp 155.000. KEsan mendalam saya pada buku ini, ia memiliki daftar pustaka hingga 167 halaman. Bayangkan, mungki buku lain dengan ketebalan macam itu, bisa setara dengan lembaran 5o-ribuan.
Hingga pada akhirnya hati saya merengek untuk membawa dua buah buku, dan ini mereka :